daerah

Masih Banyak Anak Belum Nikmati MBG, Wabup Ende Minta SPPG Dipercepat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:37 WIB
Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik dan Edukasi Aspek Pajak Makan Bergizi Gratis yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ende. (Alfaro Remba)

IDENUSANTARA.COM - Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Edukasi Aspek Pajak Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ende, Senin (21/10/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ende menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya percepatan pemerataan pelayanan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Ende. Ia menyoroti masih terbatasnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, sementara masih banyak anak di sejumlah wilayah, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang belum dapat menikmati manfaat program nasional tersebut.

“Hingga saat ini, baru 16 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Ende. Sementara itu, masih banyak anak-anak kita di wilayah kecamatan, khususnya daerah 3T, yang merindukan makanan bergizi gratis, tetapi sampai sekarang belum bisa memperolehnya,” tegas Dominikus Minggu Mere.

Baca Juga: Menjaga Rekam Jejak Lembaga, Bawaslu Bali Perkuat Tata Kelola dan Tertib Kearsipan

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk segera mempercepat verifikasi usulan dan kesiapan operasional SPPG, terutama bagi calon penyelenggara yang telah siap melayani masyarakat di wilayah yang belum terjangkau.

Menurutnya, pemerataan pelayanan MBG bukan sekadar persoalan penambahan jumlah dapur, melainkan menyangkut pemenuhan hak anak untuk memperoleh pangan yang baik, bergizi, dan mendukung tumbuh kembang mereka.

16 SPPG Beroperasi, Pemerataan Pelayanan Menjadi Tantangan

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 16 SPPG telah beroperasi di Kabupaten Ende. Keberadaan unit-unit pelayanan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program MBG, sekaligus memperluas jangkauan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran.

Baca Juga: Heboh! 98 Kasus Korporasi Karhutla Naik Penyidikan, Kapolri Ungkap Ada Keterlibatan Pihak Asing

Namun, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh berhenti pada capaian yang telah ada. Percepatan operasional SPPG harus terus didorong agar anak-anak di wilayah yang belum terlayani tidak tertinggal dalam memperoleh manfaat program tersebut.

Ia juga menekankan perlunya pendekatan jemput bola, penyederhanaan proses pelayanan sesuai ketentuan, serta koordinasi yang lebih efektif antara instansi terkait dan calon mitra penyelenggara.

“Sepanjang sasaran pelayanan belum terpenuhi, kita harus terus berupaya membantu dan memfasilitasi pihak-pihak yang siap membuka SPPG, terutama di wilayah 3T. Tentu seluruh proses tetap harus memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku,” ujarnya.

MBG Bukan Sekadar Makan, Melainkan Investasi Generasi 2045

Lebih jauh, Dominikus Minggu Mere mengingatkan bahwa program MBG memiliki tujuan strategis jangka panjang dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: APBN Siapkan Rp1.300 Triliun pada Akhir 2026, Ini Fokus Belanja Pemerintah Prabowo

Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat setiap hari. Ukuran yang lebih mendasar adalah kontribusinya terhadap kualitas pertumbuhan anak, pencegahan stunting, peningkatan kualitas kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Tujuan kita bukan hanya memberikan makanan, lalu selesai. Program ini berkaitan dengan masa depan anak-anak kita. Kita ingin generasi yang akan datang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini