Kebun Sayur Oelomin, Pusat Ekonomi Baru Warga Jalan Salak Sikumana

photo author
ay, Ide Nusantara
- Minggu, 6 Agustus 2023 | 07:41 WIB
Kebun Sayur Oelomin, Pusat Ekonomi Baru Warga Jalan Salak Sikumana (Foto IdeNusantara)
Kebun Sayur Oelomin, Pusat Ekonomi Baru Warga Jalan Salak Sikumana (Foto IdeNusantara)

 

IDENUSANTARA.COM - Profesi sebagai petani profesional saat ini bisa mendapatkan banyak penghasilan yang sangat menggiurkan.

Baca Juga: UNADRI Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru dan Transfer Bebas Biaya Pembangunan

Menjadi petani profesional kini bukan lagi hanya orang-orang yang berdomisili di kampung yang memiliki lahan saja, namun masyarakat yang lahir, besar dan hidup di perkotaan pun bisa menjadi petani profesional.

Pantauan Tim Redaksi Idenusantara.com, Sabtu (5/8/2023)  terlihat satu keluarga warga Jalan Salak Sikumana Kota Kupang, menjadi petani Profesional dan mendapatkan banyak penghasilan dari bekerja sebagai petani Profesional.

Baca Juga: Analis Kredit Bank NTT DitetapkanTersangka, Siapa Lagi Tersangka Berikut?

Sebut saja keluarga Jhon Lakapu warga Jalan Salak Sikumana berhasil menyulap lahan tidur seluas kurang lebih 2 Ha menjadi Kebun sayur di Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang NTT.

Jhon Lakapu beserta keluarganya menjadi petani profesional berhasil merubah lahan tidur milik warga di Desa Oelomin tersebut, menjadi lahan produktif melalui penanaman berbagai jenis sayur-sayuran dan jagung.

Menurut salah satu menantu Jhon Lakapu ketika ditanya apakah lahan milik sendiri, dikatakan lahan tersebut disewa dari pemilik tanah warga Desa Oelomin Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Tanah disewa keluarga Lakapu dengan cara bertanggung jawab setiap pematang oleh masing-masing anak bahkan lebih dari satu setiap pematang.

Istri dari Luis Lakapu yang berprofesi sebagai pekerja kantoran, Ia menuturkan Ia terlibat setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu untuk membantu suami dan menantunya demi melancarkan aktifitas sebagai petani profesional.

Lebih lanjut Istri Luis Lakapu mengungkapkan, proses dalam merubah lahan tidur menjadi lahan produktif tersebut secara tradisional yakni dicangkul oleh keluarganya sendiri.

Selain itu, sumur pada setiap pematang pun dikerjalan atau digali secara manual guna mengairi kebun yang kini sudah produktif.

Pantauan Redaksi IdeNusantara, terlihat pengunjung mendatangi langsung ke kebun untuk berbelanja sayur guna berkebutuhan rumah tangga maupun untuk dijual lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: ay

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gurih Menyegarkan! Resep Sup Ayam Kembang Tahu

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:12 WIB

Bikin yuk! Resep Kue Jahe untuk Camilan

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:15 WIB
X