IDENUSANTARA.COM-Pasca beredarnya video singkat penganiayaan bocah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, pada Jumat (20/1/2023), Kepolisian Daerah (Polda NTT) bergerak cepat.
Dalam sekejap pelaku penganiayaan tersebut kemudian ditangkap dan ditahan dalam sel Polres TTS.
Pelaku diketahui merupakan ibu angkat dan tante dari bocah tersebut berinisial OAT alias Ori (34), warga Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.
Baca Juga: Pulihkan Psikologi Anak; Polda NTT Dampingi Bocah Korban Penganiayaan di Soe
Penyidik unit PPA Satreskrim Polres TTS sudah memeriksa sejumlah saksi yakni Yermi Nenometa, Carles Tuanani dan Ai Leo, staf Yayasan CIS Timor.
Selain itu, penyidik juga memeriksa Maher Tanu (Kepala Desa Tunua), Yance Eliaser Oematan (Kepala Dusun 1) dan Nofriyanto Tfuakani.
Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K mengakui kalau korban dianiaya pada Jumat (20/1/2023) lalu di kamar tamu rumah tua milik Edison Sipa (Sekda Kabupaten TTS) di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS.
Baca Juga: Gawat; Harga Beras Naik, Stock Beras Di Bulog Ende Kian Menipis
Ori mengikat kedua kaki anak korban menggunakan tali sepatu ukuran panjang kurang lebih 40 centimeter, yang diputar pelaku 2 kali dengan posisi korban duduk diatas karpet yang berada di atas lantai kamar lalu diikat secara kuat oleh pelaku.
Pelaku juga mengikat kedua tangan korban menggunakan tali rafia warna biru dengan posisi korban saat itu sambil duduk diatas karpet yang berada dilantai.
Beberapa staf Yayasan CIS Timor mendengar suara tangisan korban sehingga mereka membuka pintu rumah dan mendapati korban dalam keadaan tergelatak di lantai kamar dengan posisi tertelungkup. Dan Kedua tangan korban dalam keadaan terikat ke belakang.
Sementara, tubuh korban dan kedua kaki korban juga dalam keadaan terikat dan posisi pintu kamar dipalang dengan menggunakan sebuah speaker besar sehingga korban tidak dapat keluar dari dalam ruangan tersebut.
Baca Juga: Gawat; Harga Beras Naik, Stock Beras Di Bulog Ende Kian Menipis
“Saat ditemukan, korban menangis dan ketakutan, dalam kondisi lemas karena kemungkinan korban belum makan,” ujar Kapolres TTS.