Upah Tak Dibayar, Tukang Ancam Bongkar Proyek Pasangan Sepanjang Jalan Labuan Bajo-Ruteng
Sejumlah tukang pekerjaan proyek TPT, drainase, deuker dan pekerja pada bidang lainnya, mengancam akan membongkar pekerjaan tersebut karena tak kunjung dibayarkan upahnya.
Yohan salah satu tukang mengatakan, sampai sekarang upah kerjanya belum terbayarkan oleh PT Akas.
"Kami akan bongkar kembali pada beberapa item yang dikerjakan biar sama sama rugi," Katanya
Berdasarkan informasi yang diimpun dari berbagai sumber, dengan ditunjang dari hasil investigasi di lapangan. Semakin nampak lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas, maupun pihak terkait membuka peluang melencengnya pekerjaan dari rencana anggaran biaya (RAB).
Mirisnya, Konsultan pengawas yang bertugas tak mampu mengemban tugas dan kewajibannya sebagai konsultan pengawas, bahkan kuat dugaan adanya kongkalikong antara konsultan pengawas dengan penyedia jasa.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), leading sektor yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan ini, diduga tak mau tau alias tutup mata.
Informasi dari sumber terpercaya dan fakta di lapangan
Pekerjaan ruas jalan Labuan bajo-malwatar-batas kota ruteng tidak mengerjakan rabat bahu jalan.
Material tanah dan batu bekas galian dibiarkan menumpuk di pinggir jalan. Beberapa titik drainase tertutup material tanah longsor dan diabaikan PT Akas. Pekerjaan U-Ditch tidak tuntas serta pengurangan volume. Retakan dini yang tidak diperbaiki, Sebelum PHO di beberapa titik jalan sudah rusak parah. Aspal terkelupas dan membentuk lubang-lubang kecil dan besar banyak dijumpai. Ketebalan tidak rata serta banyak yang bergelombang. Dugaan kuat gunakan material ilegal
Artikel Terkait
Didesak Usut Kasus Dugaan Korupsi Jalan Labuan Bajo Malawatar Kota Ruteng, Kejati NTT: Tunggu Infonya Ya
Kualitas Proyek PT Akas Labuan Bajo-Ruteng Buruk,PMKRI Ruteng: Penegak Hukum Harus Tegas Bertindak, Kejati NTT: Kami Akan Lakukan Lid