Pemerintah harus segera turun mengaudit dengan menggandeng ahli kontruksi independent diseluruh segmen paket pekerjaan ruas jalan Labuan Bajo-Malawatar-batas kita Ruteng yang ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah III (Tiga) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Terlebih lagi pada item-item pelaksanaan pekerjaan di lapangan meliputi, ketebalan aspal, kualitas patching yang asalan, rabat bahu jalan, pemasangan deker, pembuatan serta pasangan blok beton sebagai penangkal longsoran atau abrasi serta pekerjaan menyusun batu dalam bentuk sebagai penahan tanah.
Pekerjaan patching diduga berkualitas buruk
Terpantau oleh awak media ini, Kerusakan-kerusakan seperti adanya Lubang, Jalan Bergelombang, Alur dengan kedalaman lebih dari 30 mm pada badan jalan, ambles dengan kedalaman yang lebih dari 50 mm dan retak buaya dalam jumlah yang besar tersebut diduga dikerjakan asal jadi.
Salah satu pengguna jalan saat diwawancarai menyampaikan jalan tersebut sering terjadi kerusakan bahkan tidak bertahan lama setelah dilakukan perbaikan.
“Setelah dilakukan perbaikan, jalan ini tidak bertahan lama, baru dikerja dua tiga hari dan itupun selalu di tempat yang sama yang dikerjakan sekarang ini,” ujarnya.
Kemudian untuk hasil pada pekerjaan sistemkontruksi perkerasan jalan, pada segmen pitak mena ditemukan juga dibeberapa titik kondisi aspal rusak. Pada proses pelaksanaan ketika itu diduga kuat proses pengaspalanya tidak dilakukan dengan baik, sehingga menimbulkan kerusakan dini.