Pakai Produk Konversi SMKN 3 Mataram, Pengguna KLBB: Jauh Lebih Hemat

photo author
Epiviana Desi, Ide Nusantara
- Kamis, 11 Juli 2024 | 13:01 WIB
Perhitungan tersebut, kata Andi, diperoleh melalui perbandingan pengeluaran dana rumah tangga yang ia anggarkan untuk kebutuhan BBM dan pengisian daya motor konversi miliknya. Foto: istimewa
Perhitungan tersebut, kata Andi, diperoleh melalui perbandingan pengeluaran dana rumah tangga yang ia anggarkan untuk kebutuhan BBM dan pengisian daya motor konversi miliknya. Foto: istimewa

Idenusantara - Pengguna motor konversi produk program konversi gratis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SMKN 3 Mataram, Andi Rahmansyah, mengaku penggunaan motor konversi atau Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) sebagai alat transportasi sehari-hari jauh lebih hemat dari motor BBM.

Perhitungan tersebut, kata Andi, diperoleh melalui perbandingan pengeluaran dana rumah tangga yang ia anggarkan untuk kebutuhan BBM dan pengisian daya motor konversi miliknya.

“Dulu untuk BBM seminggu sekitar Rp 50 ribu. Itu kalau dikalikan satu bulan jadi lumayan. Sekarang pengeluaran itu sudah tidak ada. Saya charge di rumah pengeluaran listrik saya juga tidak naik,” ungkap Andi.

Baca Juga: Rektor Unsri: Mahasiswa Dilarang Bayar UKT dengan Pinjol, Hubungi Kami untuk Bantuan Ekonomi

Andi yang merupakan 50 pendaftar pertama program konversi gratis Kementerian ESDM dan SMKN 3 Mataram itu mengatakan tak ada keluhan berarti sepanjang enam bulan dirinya menggunakan motor konversi.

Terkait pengisian daya, Andi mengaku tak menemui kesulitan dalam mengakses Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang kini telah tersebar di sejumlah titik di wilayah NTB.

“Adanya program konversi ini memberikan nilai tambah untuk kami keluarga sederhana sehingga pengeluaran jauh lebih menurun terutama pembelian bensin. Motor konversi lebih banyak plusnya daripada minusnya,” kata Andi.

Senada dengan Andi, pengguna motor konversi lainnya, Khairil Anwar, juga merasa penggunaan motor konversi jauh lebih ekonomis dibandingkan motor berbahan bakar BBM.

Baca Juga: Tips Mendapatkan Pekerjaan: Skill yang Harus Dimiliki Lulusan SMK

Kharil Anwar bercerita, sebelum menggunakan motor konversi, dalam satu minggu ia perlu mengisi BBM sebanyak dua kali atau jika diakumulasi sekitar Rp 90.000.

“Kalau motor konversi sekali charge sampai full itu jumlah kwh yang kita pakai sekitar 3 atau 4 kwh atau sekitar Rp 4.500 selama satu hari, kalau dikali 7 hari cuma sekitar Rp 30.000,” ucap Khairil Anwar.

Selain BBM, sebelum beralih ke motor konversi, Khairil Anwar juga perlu menyisihkan dana untuk keperluan ganti oli yang bisa menghabiskan dana sekitar Rp 140.000.

Baca Juga: Lowongan Kerja PT Micro Madani Institute: Kesempatan Bagi Lulusan SMA dan SMK, Ini Syarat dan Posisi yang Tersedia

“Setelah saya pakai motor konversi itu zero oli. Tidak ada oli sama sekali yang kita butuhkan. Jadi itu yang menyebabkan penggunaan motor listrik ini banyak efisiensi yang kita dapat sebagai pengguna,” kata Khairil Anwar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Epiviana Desi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gurih Menyegarkan! Resep Sup Ayam Kembang Tahu

Selasa, 13 Januari 2026 | 17:12 WIB

Bikin yuk! Resep Kue Jahe untuk Camilan

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:15 WIB
X