hukrim

Kepsek SDI Wae Kool: Jarang Masuk Sekolah dan Tidak Cairkan Dana PIP Karena Kondisi Kesehatan Serta Jalan yang Rusak

Senin, 31 Maret 2025 | 11:41 WIB
Ruang kelas SDI Wae Kool, dinding retak sana sini dan plafon yang mulai jebol (Foto: Dok Istimewa)

Manggarai Timur - Dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres Wae Kool, Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Provinsi NTT yang terus bergulir, Dinas Pendidikan Manggarai Timur akan panggil Kepala Sekolah. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Manggarai Timur, Winsensius Tala, S.Pd.,M.Pd. 

 "Akan segera saya panggil Kepseknya," Tulis kadis PPO Manggarai dalam pesan WatsApp yang diterima media ini pada Jumat, 28 Maret 2025.

Diketahui sebanyak 23 siswa Diduga jadi korban oknum kepala sekolah yang tidak bisa mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) milik muridnya itu. Dana PIP yang tidak dicairkan oknum kepala sekolah SDI Wae Kool berlangsung selama 5 (Lima) tahun lamanya. Dari 23 Siswa, masing-masing menerima dana PIP sebesar Rp.450.000 X 23 = Rp.10.350.000 X 5 tahun = Rp.51.750.000. 

Kepala sekolah saat dikonfirmasi media ini terkait dana PIP yang hilang kabar itu menjelaskan kalau dirinya belum mencairkan dana PIP itu sejak tahun 2020-2024 karena kondisi kesehatan dan jalan yang jelek milik Pemda Manggarai Timur. 

Baca Juga: Carut Marut Dugaan Penggelapan Dana PIP di SDI Wae Kool, Puluhan Siswa Diduga Menjadi Korban Kepala Sekolah

"Jarang masuk sekolah karena kondisi kesehatan kurang terjamin dalam menghadapai jalan yang rusak, faktor usia resiko cedera dalam perjalanan bisa terjadi," Jelas kepala sekolah pada senin, 23 Maret 2025. Sedangkan pada Rabu, 26 Maret 2025 Kepala sekolah SDI Wae Kool Memblokir nomor wartawan media ini dengan alasan tidak berdasar. 

Orang Tua Murid pertanyakan Dana PIP 2020-2024 yang belum cair, kuat dugaan Dana PIP dipermainkan kepala sekolah

Dana PIP sebesar puluhan juta yang tidak dicairkan sang kepala sekolah tersebut kini menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan orang tua murid. Sumber terpercaya media ini menyampaikan kalau dirinya sangat bingung dengan alasan kepala sekolah yang tidak bisa mencairkan dana PIP milik siswa di SDI Wae Kool. 

"Apakah dana PIP itu sudah dicairkan atau tidak kami juga tidak tahu. Kami mau tanya kepala sekolah, kepala sekolah juga jarang datang sekolah. Bahkan mungkin hanya tiga kali dalam sebulan, " Ujarnya

"Dengan tidak adanya transparansi soal dana PIP siswa oleh kepala sekolah maka kuat dugaan kepala sekolah sudah makan uang itu," Ujar sumber terpercaya media ini 

Selain itu, wali murid juga mempertanyakan praktik pengelolaan kartu dan buku tabungan siswa yang selama bertahun-tahun dipegang oleh pihak sekolah, bukan oleh orang tua siswa sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Soal Dana PIP, Kadis PPO Manggarai Timur Akan Panggil Kepala SDI Wae Kool

Kepala sekolah juga menyebut kalau operator pada sekolah SDI Wae Kool tidak memahami soal administrasi terkait pencairan Dana PIP. 

Media ini masih berusaha untuk terhubung dengan operator pada SDI Wae Kool yang namanya ikut disebut dalam skandal dugaan penggelapan dana PIP di sekolah tersebut. 

Halaman:

Tags

Terkini