Muncul Postingan di Facebook Menyebut Kades Golo Leda Diduga Korupsi Viral

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 21 Februari 2025 | 05:04 WIB
Tangkap layar postingan Naldo Eka (Net)
Tangkap layar postingan Naldo Eka (Net)

Manggarai Timur, idenusantara.com - Muncul Dugaan korupsi di Desa Golo Leda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, setelah nama akun Facebook Naldo Eka tersebut mengunggah postingan rinciaan harta berjalan milik kepala desa Golo Leda. 

Postingan akun itu pun menuai banyak komentar dari netizen. 

Ketika akun Dedee Mukun, berkomentar Lanjutkan bro..Usut tuntas sampai ke akar2nya..Kasian skl masyarakat yg tinggal didesa Golo leda khususnya dikampung lopa. Kades hanya penting kaut Tuka de ru..roeng pilih Hau dan percaya Hau kut maju desa ..toe kut maju malah tambah terpuruk, yang artinya dalam bahasa Indonesia (kades hanya penting perut sendiri, masyarakat yang pilih kau untuk kemajuan desa malah terpuruk), tulisnya 

Akun lainnya dengan nama Suku saghe, beekomentar; Posting di instagram lite, biar langsung tag admin Gerindra. Coba saja dulu, siapa tau berhasil. 

Berikut isi postingan Eka Naldo yang berhasil dikutip media nttupdate.com dari group Facebook "MATIM BEBAS BERPENDAPAT" pada Rabu, 19 Februari 2025.

Baca Juga: Kapolres Matim Teruskan ke Tipikor Memanggil Kades Benteng Rampas

INI TENTANG DESA GOLO LEDA

Saya sedikit ajak diskusi anggota di group ini. 

Ada yang tau desa Golo Leda? Yang di dalam terdiri dari Kampung Ntangis, Lumu, ajang dan Lopa. Jika kalian tau apa yang tersirat dalam benak kita tentang Lopa? 

Kepala desa Golo Leda berasal dari Kampung lopa, sekrang tengah menjalani masa periode kedua. Tetapi sejauh ini bukti konkrit pembangunan untuk desa belum mencapai terget khusus kampung asalnya Lopa.

Sejauh ini Warga kampung lopa hidup dalam ketidakpastian jika berpapasan dengan realita sekarang.

Bagaimana Tidak, disaat desa lain genjot pembangunan infrakstruktur dan fasilitas, tetapi Desa Golo Leda khusus Lopa berdiam diri hanya menyaksikan kemajuan desa lain.

Beberapa hari yang lalu kami menuju kampung Lopa, perjalanan yang sangat mengesankan. Tidak menggunakan motor apalagi mobil, kami jalan kaki. Alasannya satu, alat transportasi sulit mengakses medan yang cukup terjal berbatu dan lumpur. Padahal ini jalan desa. Jarak antara borong dan Lopa tidak sampai 1 jam perjalanan. Miris sekali. 

Itu soal infrakstruktur, selain itu Lopa juga belum diakses oleh Listrik Negara (PLN)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X