Ia juga menyampaikan kalau Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah menghadirkan bos besar PT Akas bernama Santoso.
"Kalau Pak Santoso pernah kita hadirkan ke kantor kami, dimana pengerjaan ini kritis dan dia sebagai pemilik untuk berikan TL nya," Mengutip isi pesan WhatsApp dari Devi yang diterima media ini.
Anggaran Fantastis, kualitas proyek dipertanyakan publik, LSM LPPDM minta Kejagung RI melalui Kejati NTT untuk serius menangani persoalan ini.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Nusa Tenggara Timur (NTT) Marsel Ahang, SH kepada media ini menegaskan, kalau dirinya bersama Tim akan melaporkan secara resmi proyek PT Akas dan PPK Samosir ke Kejati NTT dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat.
"Saya bersama tim akan menyurati Kejati NTT dan KPK soal proyek PT Akas ini. Lebih lengkapnya PT Akas dan PPK, " Tegasnya
Ia berharap berita yang disajikan media bisa sampai ke Kejati NTT, Kejagung dan KPK serta panggil PPK yang sudah PHO jalan Labuan bajo batas kota Ruteng.
Ia berharap berita yang disajikan media bisa sampai ke Kejagung RI melalui Kejati NTT, untuk panggil PPK bersama rekanan yang sudah PHO jalan Labuan bajo batas kota Ruteng.
Anggaran Fantastis Rp 125 miliar, kualitas dipertanyakan, pengerjaan jalan tanpa jejak anggaran: Publik Pertanyakan Transparansi Proyek PT Akas
Selain tak bermutu bagus, proyek yang dibawah pengawasan Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III (Tiga) Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak memiliki papan nama proyek. Sehingga tidak diketahui info proyek yang disebut sebut dikerjakan oleh kontraktor PT Akas asal Surabaya tersebut.
Kualitas proyek terus disoroti
Kualitas pekerjaan dari PT Akas yang mengerjakan ruas Jalan Labuan Bajo-Malawatar batas Kota Ruteng yang menghubungkan beberapa kabupaten di pulau Flores menuju kota Premium, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi NTT, terus mendapat sorotan, bagaimana tidak ruas jalan yang merupakan akses utama wisatawan lokal dan mancanegara itu kualitasnya sangat buruk.